Karya
Apa yang sempat dikatakan.
Himpunan puisi dan penulisan — yang telah diterbitkan, dan yang masih menunggu tempatnya.
— Lim Wei Wen
tidak melupakan matahari
tidak pernah aku menyalahkan kebun / dewasakan pohon tiba-tiba
cinta yang dikirimkan sewaktu fajar
hanya pandangan pertama / kuwarnai cinta dengan wajahmu
mawar itu
musim ini / mawar layu
cahaya pertama
(i) / cahaya pertama dituai
selamat tiba kenangan
rindu yang sukar / mengenal jalan pulang
nikmat cahaya
benang cahaya terlepas / dari gelendong cakerawala
menjadi matahari
(i) / sewaktu menjadi matahari
sementara itu
pagi bertunaskan matahari / bayang tumbuh dari tubuh
mekar di bawah mentari
kelembutan mentari cair / di atas bahu lelaki
selamat pagi
barangkali tiada lagi skrip / untuk melakonkan kuyup
pesanan sebelum kulupa
sementara matahari masih meniarap / pada jendela cakerawala
tentang janji
sahabat, / andaikan perpisahan
cerita sebalik mekar
apakah janji yang tumbuh / di antara bunga dan aroma?
di taman takdir
Tuhan, ajarkan aku / bagaimana matahari
malam terakhir
malam menjadi terang / sewaktu bulan dibaca
hujung minggu
semalam / aku berbaring dalam kegelapan
taman yang mengenal cinta
di taman itu / matahari
luruh
daun menyerahkan diri / kepada luruh
bahasa senja
kepada senja / cahaya yang kaupinjam