Karya
Apa yang sempat dikatakan.
Himpunan puisi dan penulisan — yang telah diterbitkan, dan yang masih menunggu tempatnya.
— Lim Wei Wen
tidak melupakan matahari
tidak pernah aku menyalahkan kebun / dewasakan pohon tiba-tiba
cinta yang dikirimkan sewaktu fajar
hanya pandangan pertama / kuwarnai cinta dengan wajahmu
mawar itu
musim ini / mawar layu
cahaya pertama
(i) / cahaya pertama dituai
selamat tiba kenangan
rindu yang sukar / mengenal jalan pulang
nikmat cahaya
benang cahaya terlepas / dari gelendong cakerawala
menjadi matahari
(i) / sewaktu menjadi matahari
sementara itu
pagi bertunaskan matahari / bayang tumbuh dari tubuh
mekar di bawah mentari
kelembutan mentari cair / di atas bahu lelaki
selamat pagi
barangkali tiada lagi skrip / untuk melakonkan kuyup
pesanan sebelum kulupa
sementara matahari masih meniarap / pada jendela cakerawala
tentang janji
sahabat, / andaikan perpisahan
cerita sebalik mekar
apakah janji yang tumbuh / di antara bunga dan aroma?
di taman takdir
Tuhan, ajarkan aku / bagaimana matahari
malam terakhir
malam menjadi terang / sewaktu bulan dibaca
hujung minggu
semalam / aku berbaring dalam kegelapan
taman yang mengenal cinta
di taman itu / matahari
luruh
daun menyerahkan diri / kepada luruh
bahasa senja
kepada senja / cahaya yang kaupinjam
masihkah cerah di situ
jalan kota ini terlalu panjang / untuk jiwa yang sementara
tentang pulang yang dimaksudkan
(i) / sebuah desa kenangan
sejarah cinta
kubiarkan cinta ini / bertakhta
doa dalam kamar
ketika bergaul mesra / dengan bulan dan bintang
musim tengkujuh
(i) / hujan menurunkan takdir
pisau dan daging
di dapur kesibukan / bibir pisau jarang bertemu
pertelingkahan kecil
kaulebih mempersoalkan / antara api dan bara
berakhir sebuah perbualan
sewaktu matahari / meletak ganggang telefon
anak pulang
doa menyalakan pelita malap itu / cahayanya melilit pergelangan
bekal
mentari menipis di tangan emak / sebelum terlena dalam bekal pagi
baik-baik sahaja
semuanya baik-baik sahaja, ibu /
sewaktu pelayaran
ketika menyeberangi takdir / menjala cahaya untuk dirumahkan
ikan dalam jala
ikan dalam tubuh laut / mabuk melawan jala
doa dan makbul
di pantai ini / kucuba mengakrabi
mengenal diri
di tepi pantai / kau tidak perlu berlari
pada musim ini
sewaktu musim perahu / kau akan mula mengenali laut
pasir
sebutir demi sebutir / pasir-pasir di sini
suara
ombak, / sepulang dari laut
makna penantian
masihkah kauingat / kata-kata terakhir ombak
laut segala kata
tidak jauh dari pelabuhan / seorang pelaut
ke seberang
selamat tinggal / laut segala kata